Dasar Plafond / Pokok Kredit
Jumlah uang yang dipinjam dari bank — hutang awal sebelum bunga. Misal: pinjam Rp 500 juta, plafond = Rp 500 juta.
Dasar Tenor
Jangka waktu pinjaman. Tenor panjang → angsuran kecil tapi bunga total lebih besar. Tenor pendek → angsuran besar tapi lebih hemat bunga.
Bunga Suku Bunga Fixed
Bunga tetap tidak berubah selama periode tertentu. Memberikan kepastian angsuran — umumnya periode promosi di awal KPR.
Bunga Suku Bunga Floating
Bunga yang berubah mengikuti acuan pasar (BI Rate). Angsuran bisa naik atau turun — risiko lebih tinggi, tapi bisa menguntungkan jika rate turun.
Bunga Suku Bunga Step-Up
Bunga bertahap yang meningkat seiring waktu. Cocok jika income Anda diproyeksikan meningkat seiring karir.
Bunga Reference Rate + Margin
Bunga efektif = acuan (BI Rate) + margin bank. Margin tetap, acuan bergerak mengikuti kebijakan moneter.
Angsuran Amortisasi
Pelunasan hutang secara bertahap lewat angsuran rutin. Setiap cicilan terdiri dari komponen pokok (mengurangi hutang) dan bunga.
Angsuran Angsuran / Cicilan
Pembayaran rutin bulanan. Dalam sistem anuitas, jumlah cicilan tetap sepanjang tenor (selama bunga tidak berubah).
Angsuran Komponen Pokok
Bagian cicilan yang mengurangi hutang pokok. Di awal tenor porsinya kecil, membesar mendekati akhir tenor.
Angsuran Komponen Bunga
Bagian cicilan berupa biaya meminjam. Dihitung dari sisa outstanding × suku bunga bulanan. Porsinya besar di awal, mengecil di akhir.
Saldo Outstanding / Sisa Pokok
Sisa hutang yang belum dilunasi. Dasar perhitungan bunga tiap bulan. Ini yang dibayar saat pelunasan dipercepat.
Pelunasan Pelunasan Dipercepat
Melunasi seluruh sisa hutang sebelum tenor berakhir. Menghemat bunga signifikan namun biasanya dikenakan penalti bank.
Pelunasan Penalti Pelunasan
Biaya bank saat Anda lunasi KPR lebih cepat. Umumnya 1–3% dari sisa outstanding, tergantung kebijakan bank.
Pelunasan Penghematan Bunga
Total bunga yang tidak jadi Anda bayar karena lunasi lebih awal — keuntungan finansial nyata dari keputusan ini.
Analisis Rasio Efisiensi Bunga
Total bunga ÷ pokok × 100%. Rasio ≤ 100% dianggap wajar (bunga tidak melebihi pokok). <50% sangat efisien, >100% pertimbangkan refinancing.
Analisis Tenor Ideal
Tenor maksimal di mana total bunga masih ≤ pokok pinjaman (rasio ≤ 100%). Melampaui tenor ini berarti Anda membayar bunga lebih besar dari uang yang dipinjam.
Analisis Debt Service Ratio (DSR)
Persentase pendapatan bulanan untuk cicilan. Bank Indonesia merekomendasikan DSR maksimal 30–40% dari penghasilan bersih.
Investasi Compounding
Return investasi yang menghasilkan return lagi. Semakin awal mulai, semakin besar efek compounding bekerja untuk Anda.
Investasi Lump Sum
Investasi sekaligus di awal dengan satu nominal besar — langsung dicompounding dari hari pertama.
Investasi Kontribusi Berkala (DCA)
Menyisihkan dana secara rutin bulanan/tahunan. Mengurangi risiko market timing dan membangun disiplin keuangan.